Membayang dan memikirkan ciptaan-Nya..
Merenung dan muhasabah diri sendiri kerana dosa2 terhadap-Nya..
Image Hosted by ImageShack.us

Bilakah malam itu datang menjemput kita?

  1. Akhir Ramadhan

  2. Telah disebutan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra tentang salah satu ciri datangnya malam Lailatul Qadar:

    "Kami mengetahui datangnya malam Lailatul Qadar dari, 'Rasulullah SAW, ketika itu
    beliau bertanya: "Siapa diantara kalian yang pernah meUhat bulan pada waktu malam muncul seperti retak tempurungnya?"

    Dari hadis tersebut kita dapat simpulkan bahawa Lailatul Qadar datang pada akhir bulan Ramadhan, kerana bulan dengan bentuk yang ditunjukkan Nabi SAW tidak datang kecuali pada akhir bulan.

  3. Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan

  4. Rasulullah saw. pernah memberikan penjelasan bahawa malam yang penuh dengan kebaikan (lailatul qadar) biasanya jatuh pada malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Dalam hadis sahih Rasulullah sabdanya:

    "Carilah dia (lailatul qadar.) di sepuluh terakhir di bulan Ramadhan pada hitungan ganjil."

    (HR. Bukhari Muslim)

  5. Tujuh malam terakhir bulan Ramadhan

  6. Dari Ibnu Umar ra, ada beberapa orang sahabat Nabi SAW yang bermimpi bahawa Lailaitul Qadar akan datang pada pada tuuh malam terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah SAW bersabda:

    "Aku juga mePihat ru'yah kalian pada tujuh malam terakhir bulan tersePut. Maka barang siapa yang menginginkannya, dapatkanlah malam tersebut pada tujuh malam terakhir"

    Walau bagaimanapun, sekiranya kita sudah ketinggalan 3 malam pertama dari 10 malam terakhir maka carilah pula 7 malam yang terakhir. Ini bersandarkan hadis oleh Ibnu Umar ra, ia berkata, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:

    "Dapatkanlah Lailatul Qadar pada seeuluh malam terakhir bulan Ramadhan, apabila kalian merasa lemah atau tidak mampu meMuinya maka jangan sampai kalian kehilangan tujuh malam berikutnya"

    Lebih dekat lagi kebanyakan ulama' menguatkan pendapat yang mengatakan malam tersebut adalah malam yang kedua puluh tujuh. Pendapat ini dikuatkan oleh hadis-hadis yang menjelaskannya. Di antaranya perkataan Rasulullah SAW:

    "Barang siapa mencarinya, maka carilah di malam yang ke-27."

    (HR. Ahmad)

    Menurut Imam al-Ghazali, Lailatul Qadar dapat diketahui dengan cara melihat awal bulan Ramadhan. Sekiranya awal Ramadhan hari Ahad atau Rabu maka malam lailatul qadar akan jatuh pada malam ke-29. Sekiranya awal Ramadhan hari Isnin, maka malam lailatul qadar akan jatuh pada malam ke-21. Sekiranya awal Ramadhan hari Selasa atau Jumaat, maka malam lailatul qadar akan jatuh pada malam ke-27. Sekiranya awal Ramadhan hari Khamis, maka malam lailatul qadar akan jatuh pada malam ke-25. Sekiranya awal Ramadhan hari Sabtu, maka malam lailatul qadar akan jatuh pada malam ke-23.
    Dari berbagai versi hadis yang telah disebutkan, jelas terbukti bahawa Lailatul Qadar jatuh pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Terdapat riwayat Muslim menyatakan bahawa Lailatul Qadar jatuh pada malam terakhir sedang riwayat Imam al-Bukhari ada yang melihat jatuh pada malam ketujuh dan ada yang melihat sepuluh terakhir.

    Adapun pendapat yang dianggap kuat adalah pendapat yang mengatakan bahwa Lailatul Qadar jatuh pada hari ganjil sepuluh terakhir bulan Ramadhan, dan dari hari ganjil itulah terpilih malam dua puluh tujuh.

    Namun begitu, langkah terbaik ialah dengan sentiasa mengoptimumkan 10 malam terakhir dalam bulan yang penuh rahmat ini. Dengan begitu kita tidak khuatir akan terlepas dari malam lailatul qadar, karena kita mencarinya hanya pada malam-malam tertentu.

[+/-] Baca Lagi...

بسم الله الرحمن الرحيم

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ {1 وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ {2
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ {3 تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ
فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ {4 سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ{5


"Sesunguhnya kami menurunkannya (al-Quran " pada malam al-Qadar. Dan apakah kamu tahu malam al-Qadar itu Malam al-Qadar itu lebih baik dari seribu bulan Turunlah para malaikat dan ruh (Jibril" ke bumi dengan izin Rabbnya untuk menjalankan segala urusan. Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar."

Surah Al-Qadar : 1-5


Banyak sekali kelebihan-kelebihan yang Allah berikan kepada hambanya melalui Ramadhan ini, sehingga wajar kalau Rasulullah mengekspresikan keutamaannya dengan sabdanya:

"Apabila umat ini tahu apayang ada dalam Ramadhan (baca: rahmat, barakah) nescaya mereka akan mengharapkan hal itu selama satu tahun penuh."


(HK Tabrani)

Terdapat satu lagi peristiwa besar yang merupakan satu kelebihan Ramadhan ini, iaitu peristiwa turunnya al-Qur'an. Al-Qur'an yang ada di antara kita ini diturunkan oleh Allah ke 'sama al-dunya' (langit yang paling dekat dengan dunia) secara serentak pada malam 'lailatul qadar' di bulan Ramadhan untuk kemudian diturunkan ke Rasulullah secara beransur-ansur sesuai dengan peristiwa yang terjadi. Kerana lailatul qadar inilah Rasulullah dalam banyak waktu sentiasa berusaha keras untuk mendapatkannya. Banyak penjelasan Rasulullah yang sampai kepada kita, tentang keutamaan-keutamaan malam yang penuh barakah ini. Sebagai malam yang terbaik dan paling barakah di antara malam yang ada, di dalamnya Allah telah menjanjikan pada hambanya yang ikhlas dan berharap untuk mendapatkan perlindungannya di hari akhirat, akan melipat gandakan sampai 1000 bulan ( 83 tahun 3 bulan ) untuk amalan-amalan kebaikan yang dilakukan pada malam ini. Janji ini secara langsung Allah katakan dalam al-Qur'an surat al-Qadr (satu surat penuh). Hal ini tentunya cukup menunjukkan pada kita akan keutamaan malam al-qadar ini.

Kerana itulah, Ramadhan dengan lailatul qadarnya sebagai satu media yang mampu mengantarkan kita pada kesucian. Rasulullah, pada suatu ketika bersabda :

"Barang siapa beramal pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka terampunilah dosa-dosanya yang telah lalu".


Tidak berlebihan memang, kalau Allah menamainya malam yang kebaikannya melebihi seribu bulan.

Betapa sombongnya manusia yang sangat memerlukan pengampunan dari Allah atas perbuatan-perbuatan mereka yang banyak menyimpang, apabila mereka menyia-nyiakan kesempatan emas yang bersifat tidak tentu lagi akan mereka mendapat kesempatan ini di masa-masa yang akan datang. Siapakah yang dapat menjamin bahawa usia kita akan sampai Ramadhan tahun-tahun yang akan datang. Oleh karena itu merupakan keharusan yang tidak mesti tidak bagi kita, untuk mengejarnya, sehingga janji-janji Allah yang telah ditaburkannya itu benar-benar mampu kita dapatkan.

:: Petikan Artikel Mufti Perak ::

[+/-] Baca Lagi...



Wahai manusia! sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malam di bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama, waktu demi waktunya adalah waktu yang paling utama.

Inilah bulan yang ketika engkau diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan ini nafasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doa dikabulkan. Bermohonlah kepada Allah, Rabb-mu dengan hati yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan puasa dan membaca kitab-Nya. Sungguh celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini.

Kenanglkanah rasa lapar dan hausmu sebagaimana kelaparan dan kehausan pada hari Kiamat. Bersedekahlah kepada kaum faqir dan miskin. Muliakanlah orang tuamu. Sayanglah yang muda. Sambungkanlah tali persaudaraan. Jaga lidahmu.Tahan pandangan dari apa yang tidak halal kamu memandangnya. Dan tahan pula pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.

Kasihinilah anak-anak yatim, nescaya anak-anak yatim akan dikasihani manusia. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa di waktu salatmu kerana saat itulah saat yang paling utama ketika Allah Azza Wajalla memandang hamba-hamba-Nya,Dia menyambut ketika mereka memanggil-Nya, dan Dia mengabulkan doa-doa ketika mereka bermunajat kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri kalian tergadai kerana amal-amal kalian, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat kerana beban dosamu, maka ringankanlah dengan memanjangkan sujudmu. Ketahuilah, Allah Swt. bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang bersujud, tidak mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbul'alamin.

Wahai manusia! Barangsiapa di antaramu memberi makan untuk berbuka kepada kaum mukmin yang melaksanakan puasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. Para sahabat bertanya, "Kami semua tidak akan mampu berbuat demikian". Lalu Rasulullah melanjutkan khutbahnya. Jagalah diri kalian dari api neraka walau hanya dengan setitik air.

Wahai manusia! Barangsiapa yang memperbaikikan akhlaknya di bulan ini, dia akan berhasil melintasi shiraatalmustaqiim, pada waktu ketika kaki tergelincir. Barangsiapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya dan membantunya di bulan ini, maka Allah akan meringankan pemeriksaannya di hari Kiamat.

Barangsiapa yang menahan kejahatannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa yang memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya di hari berjumpa dengan-Nya, dan barangsiapa yang menyambungkan tali silaturahim di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Dan barangsiapa yang memutuskan silaturahmi di bulan ini, Allah akan memutuskan dia dari rahmat-Nya.

Siapa yang melakukan solat sunat di bulan Ramadhan, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa yang melakukan solat fardu, baginya ganjaran seperti 70 solat fardu di bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu syurga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan menutupkannya bagimu. Pintu-pintu nereka tertutup maka mohonkanlah kepada Rabb-mu agar tidak akan pernah dibukakan bagimu. Syaitan-syaitan terbelenggu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar mereka tidak pernah lagi menguasaimu.

Lalu Amirulmukminin Ali bin Abi Thalib berdiri dan berkata: "Ya Rasulullah, amal apa yang paling utama di bulan ini". Rasul yang mulia menjawab: "Ya Abul Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah Swt."

(Khutbah ini diriwayatkan Imam Ali R.A)

[+/-] Baca Lagi...


  1. Ertinya : Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra: Bahawa sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda : Ketika datang bulan Ramadan: Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkat, diwajibkan atas kamu untuk puasa, dalam bulan ini pintu Jannah dibuka, pintu Neraka ditutup, syaitan - syaitan dibelenggu. Dalam bulan ini ada suatu malam yang nilainya sama dengan seribu bulan, maka barangsiapa diharamkan kebaikannya (tidak beramal baik didalamnya), sungguh telah diharamkan (tidak mendapat kebaikan di bulan lain seperti di bulan ini). ( HR. Ahmad, Nasai dan Baihaqy. Hadits Shahih Ligwahairihi).

  2. “Diriwayatkan dari Urfujah, ia berkata : Aku berada di tempat ‘Uqbah bin Furqad, maka masuklah ke tempat kami seorang dari Sahabat Nabi saw. ketika Utbah melihatnya ia merasa takut padanya, maka ia diam. ia berkata: maka ia menerangkan tentang puasa Ramadan ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda tentang bulan Ramadan: Di bulan Ramadan ditutup seluruh pintu Neraka, dibuka seluruh pintu Jannah, dan dalam bulan ini syaitan dibelenggu. Selanjutnya ia berkata : Dan dalam bulan ini ada malaikat yang selalu menyeru : Wahai orang yang selalu mencari/ beramal kebaikan bergembiralah anda, dan wahai orang-orang yang mencari/berbuat keburukan berhentilah (dari perbuatan jahat) . Seruan ini terus dilaungkan sampai akhir bulan Ramadan.” (Riwayat Ahmad dan Nasai )

  3. ” Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Solat lima waktu, solat Jum’at sampai solat Jum’at berikutnya, puasa Ramadan sampai puasa Ramadaan berikutnya, adalah menutup dosa-dosa (kecil) yang diperbuat diantara keduanya, bila dosa-dosa besar dijauhi.” ( H.R.Muslim)

  4. “Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru, bahawa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: puasa dan Qur’an itu memintakan syafa'at seseorang hamba di hari Kiamat nanti. puasa berkata : Wahai Rabbku, aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk memintakan syafa’at baginya. Dan berkata pula Al-Qur’an : Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari (kerana membacaku), maka berilah aku hak untuk memintakan syafa'at baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memmintakan syafa'at.” ( H.R. Ahmad, Hadits Hasan).

  5. “Diriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad : Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : bahawa sesungguhnya bagi Jannah itu ada sebuah pintu yang disebut ” Rayyaan”. Pada hari kiamat dikatakan : Dimana orang yang puasa? (untuk masuk Jannah melalui pintu itu), jika yang terakhir diantara mereka sudah memasuki pintu itu, maka ditutuplah pintu itu.” (HR. Bukhary Muslim).

  6. Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa puasa Ramadhan kerana beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang ( HR.Bukhary Muslim).

  7. KESIMPULAN :

    Kesemua Hadits di atas memberi pelajaran kepada kita, tentang keutamaan bulan Ramadhan dan keutamaan beramal di dalamnya, di antaranya :


  8. Bulan Ramadhan adalah:

    • Bulan yang penuh Barakah.
    • Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup.
    • Pada bulan ini syaitan-syaitan dibelenggu.
    • Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal di dalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam LAILATUL QADR.
    • Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasihati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat maksiat agar menahan diri. (dalil 1 & 2).

  9. Keutamaan beramal di bulan Ramadhan antara lain :

    • Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadhan yang lewat sampai dengan Ramadhan berikutnya.
    • Menjadikan bulan Ramadhan memintakan syafa'at.
    • Khusus bagi yang puasa disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan untuk memasuki Jannah. ( dalil 3, 4, 5 dan 6).

[+/-] Baca Lagi...


Bulan yang dinanti2kan oleh orang2 yang inginkan nikmat dan kemanisan iman. 12 bulan menunggu kedatangannya, kali ini saat pertemuan itu bertaut kembali. RAMADHAN AL-MUBARAK yang dirindui dan amat-amatlah dirindui…
Ramadhan yang mulia ini menggambarkan penulis tentang satu hadiah teristimewa bagi kita. Bayangkan ada orang nak bagi hadiah kat kita. Terharu rasanya hati, tak pernah pun dapat hadiah. Tapi yang memberi hadiah kali ni adalah Allah yang maha Agung, tuhan yang kita sembah. Alangkah terlebih terharunya rasa hati ni. Nikmat yang diberikan pun sudah melimpah ruah, inikan pula nikmat Ramadhan yang lebih berkat lagi.

Siapalah kita di sisi Allah untuk mendapatkan hadiah dan nikmat dari-Nya. Tapi Allah itu maha pengasih dan penyayang. Cinta dan kasih-Nya pada hamba-Nya tidak terhenti biarpun hamba-Nya amat berdosa. Tetapi di mana pula kesedaran kita untuk mengabdikan diri kepada-Nya? Alangkah pilu rasanya hati ini kerana kita ini masih lagi lalai dengan dosa-dosa. Datangnya Ramadhan kali ini adalah penebus segala dosa- dosa yang tersisa. Kita tidak lari dari dosa, dan tidak dijamin pula terlindung dari dosa. Taubatlah, ia pengubat bagi dosa yang telah dilakukan. Bermunajatlah, pohon keampunan, redha dan kasih sayang-Nya.
Ramadhan menjanjikan 1001 kemanisan iman, malah lebih dari itu. Rugilah kita membiarkan Ramadhan berlalu bak air dibawa arus. Kecapi nikmatnya bak menggapai permata yang kita dapat rasai bentuk dan kilauannya. Perbanyakkan ibadah, tarbiyah diri, tinggalkan dosa tingkatkan keimanan.. InsyaAllah, kita diangkat darjat menjadi orang bertaqwa.. Amiiiiin……

[+/-] Baca Lagi...